Langsung ke konten utama

Politik Sara dan Politik Identitas

 Sekedar menyampaikan isi kepala aja, isue panas terakhir di negara ini tak lepas dari isue sara. Selesai Pilpres kembali memanas lagi politik sara dan identitas di panggung publik yang terbuka. Sepertinya sara dan identitas menjadi isue yang sexy dipergunakan untuk segala kepentingan terutama kepentingan politik. Lemahnya proses rekrutmen partai dalam menjaring kader menjadi salah satu faktor munculnya SDM kader yang rendah. Kompetisi Visi dan misi tidak lagi menjadi power dominan bagi pelaku politik. Eksistensi dalam popularitas politik diraih dengan isue sara melalui medsos berisi hoax, ini dianggap lebih mujarap walaupun semua memahami bahwa ini sangat mencoreng nilai demokrasi. Media sosial menjadi alat atau sarana yang sangat strategis dan gampang untuk melakukan politik sara dan politik identitas. tidak memandang umur dan level sosial, semua dapat mengadopsinya secara cepat dan sangat berbahaya. Ditambah lagi objektifitas media cetak dan elektronik semakin tidak terkendali dalan perkembangan globalisasi saat ini.


Berbeda dengan suasana politik 5 tahun lalu, dimana politik uang lebih dominan dibanding politik sara. Efek kedepanya juga sangat berbeda, politik sara lebih menyentuh psikologis individu rakyat sehingga lebih menyentuh nurani yang berimbas pada perpecahan kebinekaan Indonesia. Peran pemerintah dan rakyat tidak efisien membendung perpecahan akibat dari politik sara dan politik identitas ini. Bahkan lembaga lembaga strategis keagamaan tidak mampu memberikan peran yang seharusnya berfungsi sebagai garda terdepan memikul kemunculan sara. Bahkan banyak terlihat sebaliknya, lembaga keagamaan menjadi motor politik sara.

Yang menjadi pertanyaan dibenak saya adalah siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas keadaan dan prilaku seperti ini ? Bila ditujukan ke pemerintah , apakah sudah benar ? Atau kepada tokoh tokoh masyarakat ? Atau kepada guru guru atau pelaku pengajar ? atau para pelaku politik ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soeharto & Tragedi Umat Islam

Benarkah Soeharto Memusuhi Islam dan Mengapa Ia Berubah? Soeharto dan Moerdani. Foto/garudamiliter.blogspot 5.5k Shares       Reporter:  Petrik Matanasi 10 Maret, 2017 dibaca normal 3 menit Pada mulanya Soeharto punya banyak pandangan negatif tentang keterlibatan Islam dalam politik. Sikap keras Soeharto pada (umat) Islam dan politik Islam kemudian dinisbatkan sebagai kesalahan LB. Moerdani. Beberapa kesaksian tentang sikap Soeharto pada Islam. tirto.id  -  “Kok saya yang dituduh Anti-Islam. Soeharto itu yang anti-Islam,” kata Benny Moerdani setelah Salim Said bertanya terkait banyaknya tuduhan kepada Benny Moerdani yang dicap anti-Islam.  Mengenai tuduhan Benny Moerdani yang dicap anti Islam, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam tulisan sumbangannya dalam buku  LB Moerdani: Langkah Perjuangan  (2005) untuk mengenang jenderal Katolik abangan itu punya pendapat yang cukup netral. “Sebagian teman menyatakan kepada penulis...

IPK PAC Barusjahe sukses memeriahkan perayaan 17 Agustus bersama dengan Muspika.

Dalam rangka 17 Agustus sangat biasa dengan perayaan kemerdekaan. Dimana seluruh masyarakat di Indonesia memperingati dgn mengadakan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih. Selepas itu baru diikuti dengan perayaan baik berupa hiburan ataupun perlombaan perlombaan yang sangat manarik perhatian masyarakat banyak. Antara lain perlombaan itu adalah lomba mkn kerupuk,lari goni,tarik tambang, lempar jauh, lompat tinggi,lomba lari, lomba nyanyi Dan panjat pinang. Namun Kali ini agak berbeda dari kebesiaan biasanya di Tigajumpa Kec. Barus jahe. Dimana organisasi kepemudaan IPK PAC Barusjahe yang di ketua oleh Agustinus sembiring ambil serta untuk memeriahkan perayaan itu bekerjasama dengan Muspika Barus jahe seperti camat Mirton kWarren, polsek barus jahe Gunawan hery, danramil Wiji beserta perangkat desa dan kecamatan. Dengan kesemarakan panjat pinang yg dibuat IPK semakin menambah semaraknya perayaan 17 belasan. Semoga Hal positif seperti ini dapat menjadi panutan bagi kecamatan ...

GARA GARA MENDUKUNG RAMON BANGUN, 6 KAMBING DI RACUN ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Ironis sekali nasib seorang pendukung Ramon Bangun ( salah satu calon Bupati Karo 2015) di kampung Kuala kecamatan Tiga Binanga kabupaten Karo. J. adalah seorang pendukung berat seorang Ramon Bangun calon bupati kab. karo 2015. sore itu dia mendapat kabar melalui tlp dari pekerja di pertenerakanya, bahwas banya kambing yang sudah lemas dan hampir mati. kemungkinan adalah di racun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, selain itu kemungkinan lain adalah karena adanya poster poster Ramon Bangun di bangunan perternakanya. sehingga munculnya niat jahat dari team kompetitor Ramon  Bangun dan meracuni sebagian ternak kambingnya sampai mati sebanyak 6 ekor. Miris mendengar cerita ini, adanya intimidasi dari team lain terhadap seorang pendukung Ramon Bangun. Mendukung salah satu calon bupati adalah hak semua orang, jangan di intimidasi. ini adalah bentuk kapasitas team dan pendukung salah satu calon yang sangat tidak bijaksana dan tidak dewasa. Sebagai masukan untuk s...