Langsung ke konten utama

Partai manakah pemeran dalam panggung memanasnya suhu politik Indonesia ?

Setelah pemilihan Presiden pada tahun 2014 yang dimenangkan oleh Jokowi dan Jusuf Kala.  Gejolak sosial politik di Indonesia tak kunjung dingin. Suasana Politik seakan terus di selimuti awan panas. Ibarat semburan gunung berapi sinabung yang tak henti hentinya mengeluarkan awan panas. Banyak pertanyaan partai apakah sebenarnya yang terus menggempur pemerintahan Jokowi Kala ? kenapa pertanyaan ini muncul..? Langsung saya Jawab karena dari dulu di Indonesia itu partai politik hidup dari Pemerintahan berkuasa. Lantas partai apakah sebenarnya yang berperan aktif dalam percaturan ini ?
Mari kita mencoba menganalisa lebih terbuka dan lebih luas apa sebenarnya yang terjadi sekarang ini di politik dan pemerintahan dan penguasa penguasa yang ada. Pengamatan saya bahwa sekarang yang terjadi lebih besar adalah peran partai politik yang memiliki tujuan kekuasaan dan perubahan system ataupun tumpuan kaidah kaidah Demokrasi Pancasila yang sudah ada sejak dahulu. “ kenapa mesti sekarang pada saat pemerintahan Jokowi Kala ? “ Karena kemenangan Jokowi Kala adalah pertarungan 2 partai besar yang dominan. Yaitu PDI dan Gerindra. Partai yang lain hanya bertumpu pada 2 partai ini saja. Menjadikan Pilpres 2014 menjadikan partai politik sebagian besar hanya sebagai pengikut partai domina yaitu PDI atau Gerindra ? Sehingga pelaku pelaku politik baik itu yang benar atau pemain kotor bebas berwacana apa saja dengan isue apa saja yang natinya akan menjurus opini masyarakat hanya kepada kedua partai ini. Padahal realitanya tidak begitu. Banyak partai lain selain PDI dan Gerindra yang berperan aktif dalam membuat issue yang memicu gejolak politik.
Kembali kepada pertanyaan yang diatas. Menurut saya peran partai Politik selain PDI dan Gerindra memiliki andil besar dalam keadaan politik sekarang ini. Keadaan Politik persaingan antara PDI dan Gerindra menjadi kesempatan besar bagi partai lain yang memiliki kepentingan lain selain kepentingan pilpres. Sehingga partai ini mencoba perjuangan partai untuk mengubah perkembangan partai ke depanya baik secara system, idiologi dan budaya. Dari hal ini kita bias menilai partai apa sebenarnya yang menjadi biang kerok memanasnya suhu politik sekarang. Walau tidak dominan tetapi partai berkerja secara senyap dan lepas dari pengamat pengamatsosial politik. Saya mencoba menganalisa pemeran pemeran partai ini.
Kesimpulan saya
·         pertama bahwa partai yang berperan adalah partai yang tidak berada di Kubu Indonesia Hebat atau berada pada kubu Merah Putih.
·         Kedua adalah partai yang tidak mengazaskan demokrasi dan nasionalisme.
·         Ketiga adalah partai yang berazaskan keagamaan.
·         Partai Politik yang memiliki porsi suara terbatan dan tidak banyak di legislatif.

Dari kesimpulan diatas tentunya kita sudah dapat menganalisa partai dan siapa siapa sebenarnya berada di atas memanasnya isue politik sekarang ini. Lebih p[arahnya lagi mereka mampu mengadu domba para pemimpin pemimpin besar di kementrian atau lembaga lembaga fital di negara ini. Strategi Belanda pada zaman perang seolah mulai di jalankan saat ini. Yaitu adu domba dan kuasai. Bila ini terus berlanjut maka saya memprediksi siapa pelaku politik yang tidak mampu melihat hal ini akan terus termakan isue adu domba para pelaku partai politik yang memiliki tujuan kekuasaan dan pengubahahan idiologi atau mencoba mengubah norma norma budaya Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soeharto & Tragedi Umat Islam

Benarkah Soeharto Memusuhi Islam dan Mengapa Ia Berubah? Soeharto dan Moerdani. Foto/garudamiliter.blogspot 5.5k Shares       Reporter:  Petrik Matanasi 10 Maret, 2017 dibaca normal 3 menit Pada mulanya Soeharto punya banyak pandangan negatif tentang keterlibatan Islam dalam politik. Sikap keras Soeharto pada (umat) Islam dan politik Islam kemudian dinisbatkan sebagai kesalahan LB. Moerdani. Beberapa kesaksian tentang sikap Soeharto pada Islam. tirto.id  -  “Kok saya yang dituduh Anti-Islam. Soeharto itu yang anti-Islam,” kata Benny Moerdani setelah Salim Said bertanya terkait banyaknya tuduhan kepada Benny Moerdani yang dicap anti-Islam.  Mengenai tuduhan Benny Moerdani yang dicap anti Islam, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam tulisan sumbangannya dalam buku  LB Moerdani: Langkah Perjuangan  (2005) untuk mengenang jenderal Katolik abangan itu punya pendapat yang cukup netral. “Sebagian teman menyatakan kepada penulis...

IPK PAC Barusjahe sukses memeriahkan perayaan 17 Agustus bersama dengan Muspika.

Dalam rangka 17 Agustus sangat biasa dengan perayaan kemerdekaan. Dimana seluruh masyarakat di Indonesia memperingati dgn mengadakan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih. Selepas itu baru diikuti dengan perayaan baik berupa hiburan ataupun perlombaan perlombaan yang sangat manarik perhatian masyarakat banyak. Antara lain perlombaan itu adalah lomba mkn kerupuk,lari goni,tarik tambang, lempar jauh, lompat tinggi,lomba lari, lomba nyanyi Dan panjat pinang. Namun Kali ini agak berbeda dari kebesiaan biasanya di Tigajumpa Kec. Barus jahe. Dimana organisasi kepemudaan IPK PAC Barusjahe yang di ketua oleh Agustinus sembiring ambil serta untuk memeriahkan perayaan itu bekerjasama dengan Muspika Barus jahe seperti camat Mirton kWarren, polsek barus jahe Gunawan hery, danramil Wiji beserta perangkat desa dan kecamatan. Dengan kesemarakan panjat pinang yg dibuat IPK semakin menambah semaraknya perayaan 17 belasan. Semoga Hal positif seperti ini dapat menjadi panutan bagi kecamatan ...

GARA GARA MENDUKUNG RAMON BANGUN, 6 KAMBING DI RACUN ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Ironis sekali nasib seorang pendukung Ramon Bangun ( salah satu calon Bupati Karo 2015) di kampung Kuala kecamatan Tiga Binanga kabupaten Karo. J. adalah seorang pendukung berat seorang Ramon Bangun calon bupati kab. karo 2015. sore itu dia mendapat kabar melalui tlp dari pekerja di pertenerakanya, bahwas banya kambing yang sudah lemas dan hampir mati. kemungkinan adalah di racun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, selain itu kemungkinan lain adalah karena adanya poster poster Ramon Bangun di bangunan perternakanya. sehingga munculnya niat jahat dari team kompetitor Ramon  Bangun dan meracuni sebagian ternak kambingnya sampai mati sebanyak 6 ekor. Miris mendengar cerita ini, adanya intimidasi dari team lain terhadap seorang pendukung Ramon Bangun. Mendukung salah satu calon bupati adalah hak semua orang, jangan di intimidasi. ini adalah bentuk kapasitas team dan pendukung salah satu calon yang sangat tidak bijaksana dan tidak dewasa. Sebagai masukan untuk s...