Langsung ke konten utama

MELAWAN LUPA, KEMATIAN LINA SIWA SD KLS 6 KAB. KARO MENINGGAL DI KOLAM TOMORA INDAH MEDAN

Masih ingat kah kita enam bulan lalu ketika seorang siswa SD III kelas VI Tigajumpa Barus Jahe Kab. Karo yang tersedot oleh kolam Tamora Indah di Tanjung Morawa Medan..? Bagaimanakah sekarang kasus kematian anak yang sudah ditinggal Ibunya sejak kecil baru lahir. SETIA ULINA BR SEMBIRING KELOKO namanya. Rencana perpisahan dengan kakak kelasnya ternyata berakhir dengan tragis karena diakhiri dengan kepergian selamnya. Lina (panggilanya) tersedot oleh saluran pembuangan kolam Water Park Tamora Indah di tanjung Morawa Medan. dari info para saksi bahwa Lina baru bisa di evakuasi setelah satu jam di saluran pembuangan.

lantas sampai dimana sekarang kasus ini di selidiki oleh pihak kepolisisan Sumatra Utara..? Sampai saat ini kepolisisian Sumatra Utara tidak ada tindak lanjut kasus kematian Lina. Bahkan Tamora Indah sekarang masih dapat beroperasi seperti biasanya seolah tidak ada pernah terjadi apapun di lokasi Water Park Tamora Indah. banyak kecurigaan terhadap instansi Kepolisian yang sekarang menjadi sorotan publik atas kinerjanya. Banyak mesyarakat mencurigai bahwa pihak pengelola kolam sudah kong kalikong dengan pihak kepolisisan untuk menutupi kasus ini. Wajar, karena sampai kasus ini sudah berlalu 6 bulan tetapi tetap tidak ada perkembanganya.

Dari pihak keluarga juga sudah menyampaikan kasus ini langsung ke Kepolisian Jakarta, Kemenhumkam dan Ombudsman pusat dan Sumatra Utara. dengan harapan kasus ini segera di selesaikan secepatnya dan ditindak secara hukum dan benar. Begitu juga agar Water Park Tamora Indah segera ditutup dan dicabut ijin operasinya agar tidak ada koran selanjutnya. Karena belajar dari kasus Kematian Lina bahwa Water Park Tamora Indah sangat tidak memenuhi setandart keamanan untuk sebuah tempat hiburan wahana air. Jangan samapai bermunculan lagi Lina Lina yang lainya. Semoga Kematian Lina dapat menjadi proses penegakan Hukum di Indonesia dan di Sumatra Utara secara khusunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soeharto & Tragedi Umat Islam

Benarkah Soeharto Memusuhi Islam dan Mengapa Ia Berubah? Soeharto dan Moerdani. Foto/garudamiliter.blogspot 5.5k Shares       Reporter:  Petrik Matanasi 10 Maret, 2017 dibaca normal 3 menit Pada mulanya Soeharto punya banyak pandangan negatif tentang keterlibatan Islam dalam politik. Sikap keras Soeharto pada (umat) Islam dan politik Islam kemudian dinisbatkan sebagai kesalahan LB. Moerdani. Beberapa kesaksian tentang sikap Soeharto pada Islam. tirto.id  -  “Kok saya yang dituduh Anti-Islam. Soeharto itu yang anti-Islam,” kata Benny Moerdani setelah Salim Said bertanya terkait banyaknya tuduhan kepada Benny Moerdani yang dicap anti-Islam.  Mengenai tuduhan Benny Moerdani yang dicap anti Islam, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam tulisan sumbangannya dalam buku  LB Moerdani: Langkah Perjuangan  (2005) untuk mengenang jenderal Katolik abangan itu punya pendapat yang cukup netral. “Sebagian teman menyatakan kepada penulis...

IPK PAC Barusjahe sukses memeriahkan perayaan 17 Agustus bersama dengan Muspika.

Dalam rangka 17 Agustus sangat biasa dengan perayaan kemerdekaan. Dimana seluruh masyarakat di Indonesia memperingati dgn mengadakan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih. Selepas itu baru diikuti dengan perayaan baik berupa hiburan ataupun perlombaan perlombaan yang sangat manarik perhatian masyarakat banyak. Antara lain perlombaan itu adalah lomba mkn kerupuk,lari goni,tarik tambang, lempar jauh, lompat tinggi,lomba lari, lomba nyanyi Dan panjat pinang. Namun Kali ini agak berbeda dari kebesiaan biasanya di Tigajumpa Kec. Barus jahe. Dimana organisasi kepemudaan IPK PAC Barusjahe yang di ketua oleh Agustinus sembiring ambil serta untuk memeriahkan perayaan itu bekerjasama dengan Muspika Barus jahe seperti camat Mirton kWarren, polsek barus jahe Gunawan hery, danramil Wiji beserta perangkat desa dan kecamatan. Dengan kesemarakan panjat pinang yg dibuat IPK semakin menambah semaraknya perayaan 17 belasan. Semoga Hal positif seperti ini dapat menjadi panutan bagi kecamatan ...

GARA GARA MENDUKUNG RAMON BANGUN, 6 KAMBING DI RACUN ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Ironis sekali nasib seorang pendukung Ramon Bangun ( salah satu calon Bupati Karo 2015) di kampung Kuala kecamatan Tiga Binanga kabupaten Karo. J. adalah seorang pendukung berat seorang Ramon Bangun calon bupati kab. karo 2015. sore itu dia mendapat kabar melalui tlp dari pekerja di pertenerakanya, bahwas banya kambing yang sudah lemas dan hampir mati. kemungkinan adalah di racun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, selain itu kemungkinan lain adalah karena adanya poster poster Ramon Bangun di bangunan perternakanya. sehingga munculnya niat jahat dari team kompetitor Ramon  Bangun dan meracuni sebagian ternak kambingnya sampai mati sebanyak 6 ekor. Miris mendengar cerita ini, adanya intimidasi dari team lain terhadap seorang pendukung Ramon Bangun. Mendukung salah satu calon bupati adalah hak semua orang, jangan di intimidasi. ini adalah bentuk kapasitas team dan pendukung salah satu calon yang sangat tidak bijaksana dan tidak dewasa. Sebagai masukan untuk s...