Sudah mulai banyak yang mendaftar baik ke kantor di jl.Upah Tendi Sebayang no 61 Kaban Jahe atau di Panitia kecamatan. Begitu info yang kita terima dari Fransius Tarigan selaku koordinator panitia ASAP CUP 2015.
pertanyaan yang datang lewat tlp atau mereka datang langsung ke kantor ASAP. "kenapa desa kami tidak di undang" begitu tanya mereka.
Sebenarnya tidak ada desa yang tidak di undang, semua surat sudah kita sampaikan kepada 17 kecamatan di kabupaten Karo, ada camatnya yang peduli dan ada yang tidak perduli, contohnya kecamatan Laubaleng dan mardinding yang jauh saja merespon suratnya dengan cepat dan sudah menyiapkan panitia kecamatannya dan langsung bergerak tandas Fransius Tarigan selaku Koordinator seluruh panitia. Ada beberapa kecamatan yang sampai saat ini belum ada respon sama sekali dari camatnya, seperti camat Tigabinanga, kuta Buluh, dolat rakyat, Juhar. barus Jahe, Dolat rakyat, kabanjahe dan merek. sementara warga dan masyarakatnya sudah banyak menelepon dan bertanya tanya kepada panitia kenapa mereka tidak mendapatkan formulir untuk pertandingan ini . Kiranya camat ini dapat dipertimbangkan kepedulianya terhadap olahraga di Karo.
Ketua PBVSI kabupaten Karo Monang menyatakan camat yang tidak peduli kegiatan olah raga Volly harus di pertimbangkan oleh bupati Bpk Terkelin Brahmana, krn sampai saat ini Volly lah olah raga yang masih di geluti oleh masyarakat karo, terbukti dari masih maraknya olah raga Volly di desa desa, dan Volly ini kita harapkan mampu memunculkan bibit bibit baru di tanah karo dan layak kita bawa ke tingkat Nasional. dari turnamen ini juga di harapkan ada perubahan kemajuan olahraga terutama volly dan diharapkan mampu mengurangi aktivitas negatif seperti narkoba. semoga ini dapat menjadi perhatian bagi seluruh camat di Kab. Karo.
pertanyaan yang datang lewat tlp atau mereka datang langsung ke kantor ASAP. "kenapa desa kami tidak di undang" begitu tanya mereka.
Sebenarnya tidak ada desa yang tidak di undang, semua surat sudah kita sampaikan kepada 17 kecamatan di kabupaten Karo, ada camatnya yang peduli dan ada yang tidak perduli, contohnya kecamatan Laubaleng dan mardinding yang jauh saja merespon suratnya dengan cepat dan sudah menyiapkan panitia kecamatannya dan langsung bergerak tandas Fransius Tarigan selaku Koordinator seluruh panitia. Ada beberapa kecamatan yang sampai saat ini belum ada respon sama sekali dari camatnya, seperti camat Tigabinanga, kuta Buluh, dolat rakyat, Juhar. barus Jahe, Dolat rakyat, kabanjahe dan merek. sementara warga dan masyarakatnya sudah banyak menelepon dan bertanya tanya kepada panitia kenapa mereka tidak mendapatkan formulir untuk pertandingan ini . Kiranya camat ini dapat dipertimbangkan kepedulianya terhadap olahraga di Karo.
Ketua PBVSI kabupaten Karo Monang menyatakan camat yang tidak peduli kegiatan olah raga Volly harus di pertimbangkan oleh bupati Bpk Terkelin Brahmana, krn sampai saat ini Volly lah olah raga yang masih di geluti oleh masyarakat karo, terbukti dari masih maraknya olah raga Volly di desa desa, dan Volly ini kita harapkan mampu memunculkan bibit bibit baru di tanah karo dan layak kita bawa ke tingkat Nasional. dari turnamen ini juga di harapkan ada perubahan kemajuan olahraga terutama volly dan diharapkan mampu mengurangi aktivitas negatif seperti narkoba. semoga ini dapat menjadi perhatian bagi seluruh camat di Kab. Karo.
Komentar
Posting Komentar