Langsung ke konten utama

Terima SK Pemberhentian dari Presiden, Bupati Karo: Apa Salah Saya?

Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho menyerahkan Surat Keputusan Presiden tentang pemberhentian Kena Ukur Karo Jambi Surbakti sebagai Bupati Karo masa jabatan 2011-2016. Surat itu diterima langsung oleh Kena Ukur.

Penyerahan itu berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (11/7/2014). Acara itu disaksikan Sekretaris Daerah Sumut Nurdin Lubis, Asisten Pemerintahan Hasiholan Silaen, serta Ketua DPRD Karo Effendi Sinukaban.

Gatot menyatakan apresiasi atas kebesaran hati Kena Ukur yang hadir dan langsung menerima langsung SK pemberhentiannya.

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengucapkan terimakasih atas pengabdian dan jasa-jasa selama memimpin Pemerintah Kabupaten Karo," ujar Gatot.

Surat Keputusan Presiden Nomor 57/P Tahun 2014, tertanggal 1 Juli 2014 itu disampaikan oleh Dirjen Otonomi Daerah kepada Sekda Nurdin Lubis dan Asisten Pemerintahan Hasiholan Silaen di Jakarta pada 7 Juli lalu. Surat itu kemudian dibawa ke Medan dan kemudian diserahkan pada hari ini.

Dengan keputusan tersebut, maka Kena Ukur Karo Jambi Surbakti resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Bupati Karo. Sebagaimana UU Nomor 32 tahun 2004 dan surat Menteri Dalam Negeri berisikan petunjuk teknis pelaksanaan keputusan presiden dimaksud, maka Wakil Bupati Terkelin Brahmana akan melaksanakan wewenang dan tugas Bupati Karo.

Sementara, Kena Ukur Karo Jambi mengungkapkan tidak mengerti apa yang menjadi dasar pemberhentian dirinya sebagai Bupati Karo. "Apa salah saya? Di dalam SK juga tidak ada alasan pemberhentian," ujarnya.

DPRD Karo memberhentikan Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi melalui voting terbuka dalam rapat paripurna yang berakhir Maret lalu. Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan pemberhentian, antara lain ketidakmampuan dalam menangani bencana letusan Gunung Sinabung, dan beberapa persoalan terkait etika politik, termasuk penempatan dan pemindahan pegawai tanpa sesuai prosedur. Usulan itu ditindaklanjuti, hingga kemudian keluar SK Presiden.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soeharto & Tragedi Umat Islam

Benarkah Soeharto Memusuhi Islam dan Mengapa Ia Berubah? Soeharto dan Moerdani. Foto/garudamiliter.blogspot 5.5k Shares       Reporter:  Petrik Matanasi 10 Maret, 2017 dibaca normal 3 menit Pada mulanya Soeharto punya banyak pandangan negatif tentang keterlibatan Islam dalam politik. Sikap keras Soeharto pada (umat) Islam dan politik Islam kemudian dinisbatkan sebagai kesalahan LB. Moerdani. Beberapa kesaksian tentang sikap Soeharto pada Islam. tirto.id  -  “Kok saya yang dituduh Anti-Islam. Soeharto itu yang anti-Islam,” kata Benny Moerdani setelah Salim Said bertanya terkait banyaknya tuduhan kepada Benny Moerdani yang dicap anti-Islam.  Mengenai tuduhan Benny Moerdani yang dicap anti Islam, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam tulisan sumbangannya dalam buku  LB Moerdani: Langkah Perjuangan  (2005) untuk mengenang jenderal Katolik abangan itu punya pendapat yang cukup netral. “Sebagian teman menyatakan kepada penulis...

IPK PAC Barusjahe sukses memeriahkan perayaan 17 Agustus bersama dengan Muspika.

Dalam rangka 17 Agustus sangat biasa dengan perayaan kemerdekaan. Dimana seluruh masyarakat di Indonesia memperingati dgn mengadakan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih. Selepas itu baru diikuti dengan perayaan baik berupa hiburan ataupun perlombaan perlombaan yang sangat manarik perhatian masyarakat banyak. Antara lain perlombaan itu adalah lomba mkn kerupuk,lari goni,tarik tambang, lempar jauh, lompat tinggi,lomba lari, lomba nyanyi Dan panjat pinang. Namun Kali ini agak berbeda dari kebesiaan biasanya di Tigajumpa Kec. Barus jahe. Dimana organisasi kepemudaan IPK PAC Barusjahe yang di ketua oleh Agustinus sembiring ambil serta untuk memeriahkan perayaan itu bekerjasama dengan Muspika Barus jahe seperti camat Mirton kWarren, polsek barus jahe Gunawan hery, danramil Wiji beserta perangkat desa dan kecamatan. Dengan kesemarakan panjat pinang yg dibuat IPK semakin menambah semaraknya perayaan 17 belasan. Semoga Hal positif seperti ini dapat menjadi panutan bagi kecamatan ...

GARA GARA MENDUKUNG RAMON BANGUN, 6 KAMBING DI RACUN ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Ironis sekali nasib seorang pendukung Ramon Bangun ( salah satu calon Bupati Karo 2015) di kampung Kuala kecamatan Tiga Binanga kabupaten Karo. J. adalah seorang pendukung berat seorang Ramon Bangun calon bupati kab. karo 2015. sore itu dia mendapat kabar melalui tlp dari pekerja di pertenerakanya, bahwas banya kambing yang sudah lemas dan hampir mati. kemungkinan adalah di racun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, selain itu kemungkinan lain adalah karena adanya poster poster Ramon Bangun di bangunan perternakanya. sehingga munculnya niat jahat dari team kompetitor Ramon  Bangun dan meracuni sebagian ternak kambingnya sampai mati sebanyak 6 ekor. Miris mendengar cerita ini, adanya intimidasi dari team lain terhadap seorang pendukung Ramon Bangun. Mendukung salah satu calon bupati adalah hak semua orang, jangan di intimidasi. ini adalah bentuk kapasitas team dan pendukung salah satu calon yang sangat tidak bijaksana dan tidak dewasa. Sebagai masukan untuk s...